Dan
Alif Ilahi
dan yang tersisa dari segelumit bibir rembulan
adalah mata jelita penatap pualam
tajam
menembus
kulit
darah
tulang
dan
duduk manis dengan menyajak puisi
dan yang tidak mengerti
hanya waktu diam
tak mencoba menelusuri
diamnya lidah
merutuknya bola mata
menembus tujuh lapisan tanah
Jakarta, 21 maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar